Pelaksanaan Program MBG SDN 1 Lumbir


Program Makan Bergizi Gratis, merupakan inisiatif utama Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah, wanita hamil, dan ibu menyusui. Program ini bertujuan untuk menanggulangi masalah gizi buruk dan stunting, serta mendukung pertumbuhan anak, meningkatkan mutu pendidikan.

Keuntungan program MBG antara lain adalah memastikan anak-anak memperoleh makanan bergizi, mendukung prestasi akademik, mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM, petani, dan nelayan, serta menciptakan peluang kerja baru. Program ini dilaksanakan secara bertahap dan telah dimulai di sejumlah wilayah di Indonesia, dengan distribusi makanan bergizi yang mencakup karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan
Tujuan utama dari program MBG ini adalah menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif untuk Indonesia Emas 2045. Adapun rincian dari tujuan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Sasaran di Sektor Gizi. Pemenuhan gizi bagi anak sekolah, santri, wanita hamil, wanita menyusui, dan balita, serta penanaman sikap makan sehat.
  2. Sasaran dalam Sektor Pendidikan. Meningkatkan kinerja, partisipasi, dan kehadiran siswa, serta mengurangi angka putus sekolah.
  3. Sasaran dalam Sektor Ekonomi. Meningkatkan taraf hidup petani serta pelaku usaha kecil dan mikro.
  4. Sasaran di Sektor Kemiskinan. Menghasilkan kesempatan kerja dan mengurangi beban masyarakat miskin dalam memperoleh pangan.

Tujuan utama program ini adalah siswa pada tingkat PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah dalam konteks pendidikan umum, pendidikan vokasional, pendidikan agama, pendidikan khusus, layanan pendidikan khusus, dan pendidikan pesantren, Ibu hamil, anak di bawah lima tahun, dan juga ibu menyusui.

Umumnya, program MBG dapat memberikan keuntungan dalam pemenuhan gizi dan peningkatan pengetahuan gizi bagi peserta didik menuju Generasi Emas Tahun 2045. Secara khusus, Program MBG diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peserta didik berupa: peningkatan asupan gizi, peningkatan pengetahuan/literasi gizi, termasuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), peningkatan komunikasi dan interaksi antar teman menjadi lebih baik, peningkatan motivasi dan hasil belajar, serta perubahan perilaku ke arah pola makan sehat/gizi seimbang.

Tugas lembaga pendidikan dalam program MBG adalah memastikan kelancaran program, mulai dari penerimaan hingga distribusi dan pendidikan. Tugas utama mencakup persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, yang meliputi penyediaan fasilitas, pendataan siswa, pengujian kualitas pangan, distribusi makanan, pendidikan gizi dan PHBS, serta pengelolaan limbah dan penilaian setelah pelaksanaan

Sebagai penerima manfaat program MBG, satuan Pendidikan seperti sekolah dasar memiliki tanggung jawab sebagai berikut.
  1. Melaksanakan sejumlah persiapan sebelum terlaksananya program MBG, mencakup persiapan infrastruktur, pengelolaan database yang mendukung program MBG, serta persiapan sumber daya yang diperlukan dan rencana anggaran.
  2. Menjalankan MBG sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  3. Menjalankan pendidikan gizi dan pengembangan PHBS.
  4. Melakukan pengawasan dan penilaian

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada dasarnya adalah salah satu cara untuk mengatasi berbagai masalah gizi di Indonesia. Program MBG adalah inisiatif pemerintah untuk menyuplai makanan yang sehat dan bergizi kepada kelompok-kelompok yang memerlukan, termasuk siswa di sekolah dasar.

SD Negeri 1 Lumbir telah memulai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tanggal 19 Oktober 2025. Program ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2024 mengenai Badan Gizi Nasional serta Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2025.

Selama tiga bulan berlangsung, program MBG di SDN 1 Lumbir hampir tanpa masalah signifikan. Pernah ada saran untuk memperkaya variasi menu, dan saat ini hal itu telah diperbaiki dengan mengganti hidangan setiap minggu. Program ini jelas-jelas mendukung anak-anak, baik dalam kesehatan, motivasi belajar, maupun pencapaian. Kami sangat menginginkan MBG dapat berlanjut demi masa depan anak-anak kita. Bagi siswa, SD Negeri 1 Lumbir kehadiran MBG bukan hanya penyediaan makanan gratis, tetapi juga sebuah pengalaman berharga.

Pelaksanaan MBG di SD Negeri 1 Lumbir merupakan wujud dukungan nyata terhadap kebijakan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan generasi muda. Melalui program ini, diharapkan siswa dapat lebih fokus dalam belajar karena asupan gizinya terpenuhi, sehingga mereka mampu mencapai prestasi terbaik di sektor akademik maupun non-akademik.

Program penyediaan makanan bergizi tanpa biaya di sekolah dasar adalah inisiatif penting yang memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan siswa. Lewat program ini, anak-anak memperoleh akses terhadap makanan bergizi dan seimbang yang penting untuk perkembangan fisik dan kognitif mereka.

Nutrisi yang mencukupi akan meningkatkan fokus belajar di kelas, ketahanan tubuh terhadap penyakit, serta energi yang cukup untuk berpartisipasi secara aktif dalam aktivitas belajar dan bermain. Oleh karena itu, program ini tidak hanya menyelesaikan masalah kurang gizi di kalangan siswa, tetapi juga berkontribusi pada kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Agar dapat menyusun laporan pelaksanaan MBG di sekolah dasar, sekolah harus mengakses portal MBG Kemendikdas dengan akun Dapodik, kemudian mengisi informasi pada dashboard yang disediakan. Sebelum mengisi, persiapkan data dan sarana prasarana seperti data siswa yang mendapatkan manfaat, ketersediaan fasilitas untuk mencuci tangan, dan timbangan untuk berat/tinggi badan guna mendukung laporan. Tahapan untuk menyusun laporan adalah sebagai berikut:
  1. Portal akses: Masuk ke portal MBG Kemendikdas melalui situs mb.pdm.kemendikdasmen.go.id dengan menggunakan akun Dapodik atau SSO (Single Sign-On).
  2. Masuk: Ketik email dan kata sandi Dapodik Anda, kemudian tekan "masuk sekolah".
  3. Autentikasi dua faktor: Gunakan kode dari Google Authenticator untuk melakukan autentikasi masuk ke dashboard MBG.
  4. Isi informasi: Pada dashboard, masukkan informasi yang diperlukan sesuai dengan pelaksanaan program di sekolah. Data ini mencakup elemen-elemen seperti:
  5. Sarana dan prasarana: Tersedianya fasilitas mencuci tangan, tempat penyimpanan makanan, serta alat pelindung diri.
  6. Sosialisasi: Pelaksanaan program sosialisasi kepada orang tua dan siswa.
  7. Pelaksanaan program: Informasi tentang mutu, ukuran, dan penyebaran makanan.
  8. Informasi kesehatan: Pemanfaatan alat untuk mengukur berat dan tinggi badan, serta data kesehatan siswa yang berkaitan.
  9. Simpan serta kirimkan laporan: Setelah semua data terisi secara lengkap, simpan dan kirim laporan itu melalui aplikasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar