A. Tari Ngerong
Tari Ngerong Banyumasan adalah salah satu bentuk tarian tradisional yang berasal dari wilayah Banyumas, Jawa Tengah. Tarian ini memiliki kekhasan yang membedakannya dengan tarian tradisional Jawa lainnya, baik dari segi gerakan, kostum, maupun iringan musiknya.
Tari ngerong merupakan jenis tari kreasi baru, disertai dengan iringan calung banyumasan. Istilah ngerong berasal dari kata 'Ronggeng', yang saat ini lebih dikenal dengan nama 'Lengger'. Kata tersebut kemudian dilengkapi dengan awalan 'Nge' yang berarti melakukan. Jadi, ngerong merujuk pada pelaksanaan lengger atau gerakan tari lengger.
Tarian ini dirancang oleh Ida Restina khusus untuk menyambut para tamu di Pendopo Si Panji Banyumasan. Tari ngerong dikenal memiliki karakter yang penuh semangat, ceria, bahagia, lincah, dan dinamis. Inti dan makna dari tari ngerong adalah mengajak kita untuk tetap bersemangat dan bersuka cita.
Tari Ngerong Banyumasan merupakan bentuk tari baru yang berkembang dari Tari Lengger, yang memiliki makna undangan untuk semangat, kegembiraan, dan rasa syukur terhadap kehidupan melalui gerakan yang lincah dan energik. Tarian ini sering kali dipakai dalam acara penyambutan tamu dengan musik calung khas Banyumasan yang mengiringinya, serta mengandung pesan moral mengenai kesadaran hidup dan nilai-nilai budaya setempat.
B. Iringan atau Musik
Iringan musik dalam tari Ngerong Banyumasan memiliki peranan yang sangat penting, karena musik ini akan menciptakan suasana yang mendalam dan mempertegas emosi yang ingin ditampilkan oleh penari. Berbeda dengan jenis tarian tradisional lainnya yang mungkin menggunakan gamelan lengkap, tari Ngerong umumnya diiringi oleh musik yang lebih sederhana namun tetap menggugah.
Tari ngerong biasanya menggunakan iringan atau musik berupa calung banyumasan. Calung banyumasan adalah alat musik tradisional yang terbuat dari bambu dan dimainkan dengan cara dipukul. Calung termasuk dalam jenis alat musik ritmis dan melodis. Bunyi yang dihasilkan terdengar khas, sederhana, namun penuh semangat, mencerminkan karakter masyarakat Banyumas yang dikenal lugas dan apa adanya.
Alat musik yang digunakan dalam calung Banyumasan (dari daerah Banyumas, Jawa Tengah) antara lain:
- Calung. Alat musik utama dari bambu, terdiri dari beberapa bilah bambu yang disusun dan dipukul. Inilah ciri khas utama calung Banyumasan.
- Gambang. Terbuat dari bilah kayu atau bambu, dimainkan dengan cara dipukul untuk mengisi melodi.
- Kendang. Alat musik pukul dari kulit dan kayu yang berfungsi mengatur irama dan tempo.
- Kenong. Termasuk alat musik gong kecil, biasanya dari logam, berfungsi sebagai penanda irama.
- Gong. Digunakan untuk menandai akhir kalimat lagu atau bagian tertentu dalam musik.
- Suling bambu. Alat musik tiup dari bambu yang berfungsi memperindah melodi.
- Kecrek. Alat musik logam kecil yang menghasilkan bunyi “crek-crek” sebagai penguat ritme.
C.Tata Kostum
Kostum tari adalah pakaian khusus yang digunakan oleh penari saat menampilkan tarian. Kostum ini dirancang untuk mendukung tema, gerakan, dan suasana dari tarian yang akan dipentaskan. Kostum tari sering kali mencerminkan budaya, tradisi, atau karakter tertentu yang ingin ditampilkan melalui tarian tersebut. Tata kostum yang digunakan dalam tari ngerong adalah sebagai berikut :
- Mekak. Mekak adalah sejenis kain atau kemben tradisional Jawa yang berfungsi sebagai penutup dada penari wanita dalam tarian Jawa, seringkali terbuat dari kain beludru dengan hiasan payet, dan dipakai bersama aksesoris lain yang melambangkan keangggunan dan karakter putri.
- Jarik. Jarik adalah kain panjang tradisional Jawa ber-motif batik, sering disebut juga sinjang, yang berfungsi sebagai penutup tubuh.
- Rapek. Rapek tari adalah aksesoris pinggang tradisional yang menghiasi kostum penari, seringkali berupa kain atau hiasan bersulam dan berenda, berfungsi sebagai pelengkap estetika dalam berbagai tarian.
D. Properti yang Digunakan
Properti tari adalah segala benda atau alat yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan tari. Properti tari berfungsi untuk memperkaya ekspresi, gerakan, dan karakter dalam pertunjukan tari. Properti ini bisa berupa berbagai macam benda atau alat yang sesuai dengan tema atau jenis tari yang dibawakan.
Properti yang digunakan dalam tari ngerong adalah sampur. Sampur tari adalah selendang panjang atau kain khusus yang menjadi properti penting dalam tari tradisional Jawa, berfungsi sebagai penambah keindahan gerakan, penekanan visual, dan penyeimbang yang dilingkarkan di leher atau digunakan dalam berbagai gerakan tangan untuk memperkuat ekspresi dan visual tarian. Sampur bisa berupa kain polos, bermotif batik, atau berwarna cerah.
E. Uraian Gerak Tari Ngerong
Gerakan Tari Ngerong geraknya mencakup gerakan khas Lengger yang energik, ekspresif, dan mengandalkan kelincahan tubuh serta ekspresi wajah dan mata, berbeda dengan Lengger klasik yang lebih sakral, Ngerong lebih fokus pada keceriaan dan ajakan kegembiraan. Berikut ini uraian gerakan tari ngerong :
- Jalan Masuk. Penari masuk panggung
- Ukel Seblak Sampur, penari melakukan gerakan ukel (putaran pergelangan tangan) dan Seblak Sampur (gerakan menghentakkan sampur/selendang ke belakang)
- Geol, Penari melakukan gerakan geol yaitu gerakan pinggul yang dinamis, berputar, maju, dan mundur, menciptakan kesan lincah dan energik.
- Tranjalan atau Step, Penari melkukan gerakan tranjalan yaitu gerakan berjalan di tempat dengan langkah kecil, kaki berjengket (mengangkat tumit),
- Seblak Cutat Sampur, Penari melakukan gerakan seblak cutat sampur yaitu gerakan menggunakan selendang (sampur) yang dikibaskan.
- Keweran+Sindet, Penari melakukan gerakan keweran+sindet yaitu gerakan memindahkan bola mata ke samping kanan atau kiri.
- Pentangan Asta, Penari melakukan gerakan pentangan asta yaitu gerakan tangan (asta) yang dinamis.
- Keweran +Sindet, Penari melakukan geraka keweran+sindet
- Entrakan, penari melakukan gerakan entrakan
- Keweran+Sindet, Penari melakukan gerakan keweran+Sindet
- Lampah Miring, Penari melakukan gerakan lampah miring yaitu gerakan jalan dan "miring" berarti menyamping atau serong.
- Keweran + sindet, Penari melakukan gerakan keweran + sindet
- Kosekan, Penari melakkan gerakan kosekan
- Keweran + sindet, Penari melakukan gerakan keweran + sindet
- Lambehan, Penari melakukan gerakan lambehan
- Keweran + Sindet, Penari melakukan geraan kewera + sindet
- Geol, Penari melakukan gerakan geol
- Keweran + sindet, Penari melakukan gerakan keweran + sindet
- Tranjalan / Step, Penari melakukan gerakan step
- Keweran + sindet, Penari melakukan gerakan keweran + sindet
- Tusukan, Penari melakukan gerakan tusukan
- Keweran + sindet, Penari melakukan gerakan keweran + sindet
- Gajah Ngawe, Penari melakukan gerakan gajah ngawe
- Keweran, Penari melakukan gerakan keweran
- Dandutan, Penari melakukan gerakan dandutan
- Gerakan Penutup, Penari melakukan gerakan penutup
- Jalan pulang, Penari keluar dari panggung
Tari Ngerong Banyumasan adalah sebuah warisan budaya yang kaya akan makna dan nilai-nilai kehidupan. Dengan gerakan yang dinamis, iringan musik yang khas, serta kostum yang mencolok, tarian ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan semangat juang, keberanian, dan kebersamaan. Sebagai bagian dari kebudayaan Jawa Tengah, Tari Ngerong memiliki peran penting dalam melestarikan tradisi dan memperkenalkan keindahan seni tari kepada dunia.
Tari Ngerong Banyumasan merupakan bukti nyata bahwa kebudayaan lokal memiliki kekuatan untuk bertahan dan berkembang, meskipun menghadapi tantangan zaman. Sebagai generasi muda, kita perlu menjaga dan melestarikan tari ini agar dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar